Senyum Pertamina

Oleh Irwan Ariston Napitupulu

Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom bensinnya. Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja. Sering kalinya saya hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya.

Kembali ke soal perbincangan saya dengan beberapa petugas pom bensin. Hal yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat pom bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap hari dan kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar mengurangi uap bensin yang terhirup.

Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar sambil ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin tersebut. Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya menjawab bahwa sebenarnya mereka juga pusing. Mereka merasakan dada yang sesak. Dan makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, katakan saja flu, perasaan sakit di dada semakin menjadi.

Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban mereka semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan melarang mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. Mereka diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. Mereka bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai pelanggan.

Hazrah kazrah!

Saya terkaget mendengar jawaban mereka.
Jawaban mereka semuanya seragam.
Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina di televisi yang mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan.

Ironisnya, dibalik senyum yang mereka berikan, ada derita yang harus mereka tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat memberikan gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya paru-paru dan otak mereka.

Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker penutup hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya tahu dibalik senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan.

Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib para pekerja pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan petugas pom bensin agar pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas pom bensin dengan masker penutup hidung.

Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas pom bensin ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke kendaraan saya. Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu dibalik senyuman
petugas pom bensin ada derita yang harus mereka tanggung akibat menghirup uap bensin.

Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa diperbaiki dimulai dengan memakai masker penutup hidung.

catatan:
Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam, diterapkan tiga shift kerja. Kurang lebih mereka bekerja se hari nya sekitar 8-9 jam. Jumlah jam yang cukup lama untuk menghirup uap bensin terus menerus.

Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda pikir dapat mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom bensin dibolehkan memakai masker penutup hidung.

Tulisan disadur dari mailing list EO Network

Gambar dari www.apakabar.ws


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?


84 Responses to “Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin”

  1.   dandoenk said:

    pernah baca di komunitas sebelah, saya pikir orangnya sama :D ternyata nggak ya ?

    >> beda mas, beda orang.. saya cuma ngelanjutin aja. makin banyak yg baca makin besar kemungkinan ada perubahan kan?

  2.   decidenotdecide said:

    hmm.. bukannya sebelum jaman ada pasti pas ttp aja mo cemberut kek.. mo muka di tekuk.. mo jerawatan.. mo bopeng.. mpe pm besi pesaing jg ga ada yg pk masker yah?

    >> yup, makanya kenapa juga sampe sekarang ga ada perubahan kan??

  3.   julie said:

    ternyata mas orang yang sangat peduli
    salut
    saya forward ya

    >> saya juga hanya forward mbak, saya bukan orang pertama yang menulis ini :D

  4.   paijos said:

    Iya, di milis2 lagi rame nih yg beginian sejak beberapa minggu kemaren. Tapi seharusnya pake masker yg transparan aja. Kasihan mereka, gaji tidak seberapa tapi resiko gedhe punya. Belom kena CO2 dari knalpot2 kendaraan yg ngisi bensin.

    >> yuk, ikut bantu ramaikan wacananya, biar makin banyak yang peduli :D

  5.   xelz said:

    Ketika semua org tau dibalik senyuman itu ada derita apakah senyuman itu masih punya arti bagi org2 yg dilayani…??!!

    >> makanya, sebagai orang yang dilayanani kita berusaha untuk merubah senyum mereka, biar lebih bisa bertahan lama.. senyum kan ga harus ditunjukin yah.. semoga mereka bisa pakai masker segera :D

  6.   xelz said:

    Khan bagi perusahaan senyuman itu membawa berkah tp bagi petugas pom bensinnya senyuman itu membawa derita. Ckckck…

    >> yuk, ramaikan wacananya, supaya ada perubahan :D

  7.   Maria said:

    Bener juga tuh,.. kok aku baru ngeh yaah,… kasian mereka, tolong dipertimbangkan tuh perusahaan yg merekrut,… dah dapet ISO 14000 blom..??

    >> yuk, ramaikan wacananya, supaya ada perubahan :D

  8.   fianty said:

    setuju..
    daripada senyum beberapa menit tapi menanggung derita kesehatan entah sampai kapan.

    >> yuk, ramaikan wacananya, supaya ada perubahan :D

  9.   petugas pom bensin said:

    iya udah pernah baca tulisan ini nih sebelumnya

    >> yuk, ramaikan wacananya, supaya ada perubahan :D

  10.   qoen said:

    MAS ………NGGAK PERLU SENYUM….YG PENTING JUJUR …DAN SIGAP

    >> setuju

  11.   ruanghati said:

    Ironis yah ..

    Aku juga sempet kepikiran gitu, tapi apakah ini tidak dipikirkan oleh orang-orang dipertamina ?

    Bukankah mata lebih tulus dan jujur daripada mulut/bibir. Bibir mereka tersenyum tetapi kalau mata mereka menangis, apalah artinya ….

    Aku setuju kalau mereka dilengkapi seperti masker pengaman.

    >> yuk, ramaikan wacananya, supaya ada perubahan :D

  12.   yuyus said:

    hal ini udah dibahas di milis migas sebenernya.

    kalo menurut saya pribadi sih, harus ada penelitian dari Pertamina apakah Permissible Exposure Limit dari uap bensin di pom bensin itu udah melampaui standar baku belom.

    kalo misalnya diatas PEL, ya harus di kasih treatment sesuai yang disyaratkan, Masker, respirator atau apapun itu.

    >> yuk, ramaikan wacananya, supaya ada perubahan :D

  13.   ninin said:

    Betul, utamakan kesehatan dan keselamatan kerja. jangan sampe pensiun kerja mereka sakit dan tidak punya biaya (apakah ini ditanggung perusahaan?).
    Slogan K3 sering digembar-gemborkan dimana-mana, tp sayang kadang pekerja juga sulit untuk memakai fasilitas yang disediakan semisal helm ,safety shoes, sarung tangan, safety belt, masket & atribut keselamatan lain, dengan alasan risih alias tidak biasa dan menghampat pekerjaan. tapi bila ada kecelakaan & sebagainya perusahaan yang dituntut. kepatuhan pekerja masih sangat rendah, apalagi di perusahaan jasa konstruksi, pekerja akan jorok & seenaknya, padahal sudah diingatkan bahkan diberikan sangsi.

    >> yuk, ramaikan wacananya, supaya ada perubahan :D

  14.   intruder said:

    Ada alasan yg ilmiah gak tentang menghirup bensin yg menguap itu sangat berbahaya??????
    Kalo ada, hal itu sangat mendukung sekali

    >> ada yang bisa bantu kasi penjelasan ilmiah kah? sementara kita bisa ngetes sendiri kok. coba aja nongkrong disana sejam, rasanya gimana???

  15.   orangbijak said:

    Sedih juga ya, kalau tahu nasib mereka seperti itu…
    Semoga saja pemerintah dan pertamina secepatnya mengeluarkan kebijakan mengenakan masker buat para petugas itu… ( tentunya harus gratis dong…jangan sampai jadi beban mereka juga )..

    >> setuju.. :D

  16.   jawa said:

    mungkin persahaan bisa bikin kebijakan baru mas dengan memakai masker yg transparan, jadi senyum petugas pom tetep keliatan he he he

    >> setuju :D

  17.   Gelandangan said:

    walaupun 50 shift klo yang di jual semakin melambung sama aja mas :D
    Salam kenal

  18.   harmanto said:

    setuju mestinya standar keselamatan kerja juga dipakai walaupun mungkin dianggapnya sepele seperti di pom bensin ini.

    Aku kadang kasihan, apakah upah mereka sudah sesuai dengan UMR?

    >> yuk, kita ramaikan wacananya supaya ada perubahan untuk mereka

  19.   ujang said:

    kalo pengalamanku isi bensin di pom bensin paspampress. bukan aku yang ngajak ngobrol tapi pelayan pom itu yg ngajak ngobrol terus sambil isi bensin. eeeeehhhh gak tahunya aku isi 60 ribu ternyata yg masuk paling cuma 30 ribu…..dan itu aku alami sampai tiga kali loh….aku bukan asal menuduh…karena kalo sudah kebiasaan kan kita tahu patokan isi bensin. rupanya ngajak ngombrol itu cuma akal-akalan saja agar perhatian kita gak tertuju ke angka bensin keluar di mesin. sejak itu aku kapok ngisi disitu.

    >> laen kali kita harus lebih teliti dong, tapi tetep peduli :D

  20.   mexsum said:

    yang lebih penting kasih solusi bagaimana cara melayani pelanggan dengan benar, karena senyum membuat orang menjadi lebih bersahabat….

  21.   easy said:

    kalo pake masker penutup hidung, ga bisa ngucapin salam, dan makasih lagi dong ?

  22.   godeliva said:

    kami tidak perlu senyum yang mengakibatkan penderitaan orang lain!!!!!

  23.   mrwhy said:

    Naahh … klo yg ngajak ngobrol untuk akal-akalan sperti pengalaman ujang, ga usah dikasih masker … ha ha ha ha !!

  24.   denok said:

    Mas-2 dan juga mbak-2 pake aja masker itu buat kesehatan sampean jangka panjang, gak ada asuransinya paru-2 sampean,lg juga pengendara semuanya jg dari dulu perlunya ya bensinnya bukan senyumnya itu cuma akal-2an pertamina aja karna sdh banyak saingan,atau PASTI PAS itu proyek barunya pertamina ya,UJUG-2 DUIT

    >> kita juga tau kalo promonya Pertamina adalah untuk keuntungan Pertamina, yang kita iba kan adalah nasib pekerjanya, yaitu para petugas Pom Bensin yang gajinya juga ga seberapa…

  25.   Jumiran said:

    Di Jakarta (sebagian besar)saya mendapatkan pelayanan yang baik seperti: salam, senyum, berapa jumlah bensin yang akan dibeli namun tidak demikian di jalur pantura (setelah keluar tol Cikampek). Saya juga merasakan senyum itu susah hingga ke daerah Sumatera Selatan.

    >> makanya, mendingan para petugas itu pada pake masker kan, biar kita ga perlu nebak-nebak, dia senyum ga yah?? selama pelayanannya baik, cepat, dan ga serabutan kan udah cukup yah?? senyum bisa ditunjukkan dengan sikap kok, bukan hanya oleh wajah

  26.   yusa said:

    Ya Ampun…
    Kasian yach tuh petugas pom bensin…
    Sekarang juga semakin banyak yang cewek lho, bukannya gender, tapi cewek kok terkadang dikasih sift malam yach.kayaknya pengelolanya gak bener.
    Perihal “nakal”dalam mengisi bensin, itu “oknum” saja mas, kita tidak bisa menyamaratakan semua petugas begitu…
    Pake Masker???/SETUJU BANGET!!!!
    Toh sebenarnya terimakasih tidak harus diucapkan , demi nasib orang dan kesehatan orang, bisa dengan menunduk,,,kemudian melambaikan tangan,,,dsb.
    Kalau alasan tidak boleh pake masker, hanya untuk senyum dan melayani konsumen…NAIF banget yach..
    Coba dipertimbangkan lagi…mungkin ada solusi lebih baik lagi..demi kebaikan bersama.

  27.   katon said:

    eemm… pom bensin… mo yang jaga kek gimana tetep aja gw datang beli di tempat yang sama …

    gw butuh bensinnya, bukan senyum mereka …. lain kalo gw beli produk/jasa lainnya …

    turut prihatin tapi ya ga perlu ngeluh juga kaliii…. kalo emang ga sanggup ya cari kerja lain, bukan ….??

  28.   Andi said:

    Alaa, itu kan akal-akalannya manajemen aja… Soalnya sekarang kan udah ada pesaingnya tuh, biasalaah… kalo abis main monopoli produk trus pesaing datang, gayanya aja sok layanan bagus. Kok ngga dari dulu2nya aja kaya gitchu …

  29.   Nina said:

    biarin aja khan dapat gaji

  30.   salman said:

    ….Salah satu wacana untuk terus belajar meningkatkan rasa kepedulian! salut buat yang buat informasi ini.semoga jajaran pertamina lebih arif dan mau belajar tentang apa arti keperdulian dan penghargaan terhadap aset jiwa karyawanya…

  31.   iboeng1211 said:

    yahh namanya kerjaan omm… tapi yang penting mereka iklas untuk memberikan senyum kepada costumer :)

  32.   lischantik said:

    Kasian bgt petugas pom bensin tsb demi menjaga “image” perusahan mereka meski mengobarkan kesehehatan. harus pertamina peduli dong

  33.   Andrew said:

    Mungkin ada baiknya diterapkan seperti di Malaysia, dimana customer mengisi bensinnya sendiri (bayarnya di kasir yang didalem toko trus langsung diset di pompanya).

    Cuman untuk indonesia memang agak sulit, disamping akan mengurangi banyak lapangan pekerjaan, yang isi bensinnya bejibun (terutama motor)

  34.   Zee as Razzie said:

    ternyata senyuman itu hanyalah pemanis diluar, namun dalamnya sendang menahan rasa sakit yang mendalam. Saya jadi turut prihatin, semoga PERTAMINA bisa mengerti keluhan para pekerjanya. Saya forward ke blog saya!! mohon izin…

  35.   Moch. Ali Karimi bin Ahmad Abdul Razak Al Husein said:

    mengorbankan kesehatan mereka demi kepuasan pelanggan dan kebijakan perusahaan, fiuuuuch…

  36.   » SENYUMAN PASTI PAS (Sedihnya) !! razzie @ blog!! said:

    [...] Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin [...]

  37.   uuuuu,, said:

    BISANYA CUMA KOMENTAR DAN JELEK2IN PERUSAHAAN,,, HERAN,,, MEMANG DISATU SISI ITU KASIHAN DAN MEMBUAT KITA EMPATI,,TP APABILA PETUGAS POM BENSIN UDH PAKE MASKER JANGAN2 KALIAN KOMENTARNYA BEDA LAGI GAK KELIHATAN LAH,GAK RAMAH LAH, BLABLABLABLA,,,
    KOMENTAR TERUS AJA BISANYA!!!!

    YANG KOMENTAR MENJELEK2AN PERUSAHAAN DEMI PEDULI KESEHATAN SEBAIKNYA JANGAN PERNAH BELI BENSIN LAGI (ITU BUKTI DARI KEPEDULIAN LO) BISA GAK TUNJUKKAN DENGAN CARA ITU?? BUKAN TUNJUKAN DENGAN CARA KOMENTAR!!

    NAIK KUDA ATAU JALAN KAKI AJA…

  38.   zahra said:

    senyum gak senyum toh… mereka tetap butuh bensin jadi gak ngaruh tuh petugas pom nya mau ramah/nggak yang penting sigap dah cukup . Kapan ya pom bensin tanpa petugas jadi bisa ambil sendiri dan bayarnya pake card wah canggih deh …

  39.   dien said:

    ini masalah service ya …wajar lah gak di pom /restauran mereka harus melayani pelanggan sebaik mungkin,sebetulnya gak perlu terlalu berlebihan kadang kita jadi risih yang wajar luwes malah lebih ok tuh…karena kita sama2 butuh koq itu pendapat aku loh gak tahu kalo yang lain.peace

  40.   Waspada said:

    Apa hanya Pertamina (seperti dalam isi tulisan ini) yang melakukan itu…supaya fair dan tidak tendensius…karena ada provider lain yang berlaku sama…??? Semoga tulisan ini tidak asal comot…

  41.   salman said:

    terima kasih untuk anda yg telah menginspirasi sy agar selalu peka dan kritis. saya mohon ijin untuk forward. bagaimana mungkin perusahaan sekelas PERTAMINA melakukan hal tersebut kepada karyawannya, padahal mereka salah satu aspek penting suksesnya perusahaan. slogan “pasti pas” ternyata memang “pas” untuk karyawannya yang pas kerja pas ngirup bahaya, pas keluar kerja pas apes kena penyakit. apakah PERTAMINA memberi asuransi kesehatan kpd karyawan seperti mereka?

  42.   nelly said:

    dimana2 keuntungan selalu no 1…kesehatan, kesejahteraan no sekian yg penting boss senang anak buah ikut senang, boss untung, anak buah cuman meringis doank…gimana kalau memakai masker yg transparan aja biar senyumnya tetap keliatan walaupun memakai masker, bagaimanupun juga keselamatan kerja para pegawai lebih diprioritaskan, boss gak punya karyawan, gak dpt untung.

  43.   asep said:

    Masker penting lo,
    sebagai pengganti senyum, kan juga bisa mengangguk, atau sedikit membungkuk… sama aja kan,
    yuk kita kirim ini lewat email ke Pertamina dan Department Kesehatan…

  44.   bagus said:

    Dahulu pertamina era 70-an hingga 2000-an selalu menerapkan K3 (bahkan bulan K3) yang sampai sekarang diikuti oleh banyak perusahaan yang ada di nusantara ini, tapi sekarang sudah berbeda jauh sekali.. setelah saya lihat banyak orang-orang yang notabene baru yang melakukan perubahan-perubahan yang sebenarnya tidak ada yang dirubah untuk kedepan dan yang lebih parahnya tanpa mementingkan kesehatan tapi keuntungan semata.

    Kembali ke ramahtamahan para petugas POM bensin, saya hanya menyarankan supaya para pengusaha selalu menyediakan minuman minimal 1 gelas susu dan 1 butir telur untuk para petugas POM bensin untuk menjaga kesehatan mereka.

  45.   d’must’s Blog » Blog Archive » Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin said:

    [...] Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin [...]

  46.   Zulfahri said:

    Itulah hidup, kadang kala kala dikorbankan demi bisnis perushaan semata. Mari kita ubah perilaku bisnis seperti ini

  47.   » surprise :D and please please, be my friend tumpah ruah dunia sampah said:

    [...] juga cuma baru ada beberapa, dan hanya baru dengan 3 topik. tapi postingan terakhir, yaitu ‘Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin’ mendapat respon yang cukup banyak dari rekan-rekan blogger. ini rekor saya untuk semua blog saya: [...]

  48.   Jamal said:

    Kalau menurut saya sih, sudah waktunya di indonesia tercinta ini menerapkan sistem baru di setiap pom bensin. kaya swlayan gt.
    Jadi pelanggan ga butuh lagi senyuman petugas, trus kalo mau isi bensin tinggal masukin coin dan ngelayanin sendiri. yang ngerasain “uap bensin” ya cuma pembelinya saja.
    tapi sayang nilai rupiah terlalu rendah, masa Rp.4500,- harus dalam bentuk coin.

  49.   Yogi said:

    wew baru tahu kalo seseram itu di balik senyumanya

  50.   agus sukoco said:

    Pelayanan merupakan value added jika
    dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan..
    tetapi
    dari segi healt&safety merupakan suatu policy yang harus di utamakan..

  51.   indra-nex said:

    wah…. gimana caranya tuh ya…. gaji mereka 5 juta kah???? ah rasanya gak mungkin deh….. paling kecil aja… nah itu menjawab pertanyaan saya waktu saya di chicago… ternyata pom bensin sana tidak pernah ada yang jaga… mangkanya pembeli yang melayani sendiri dan membayarnya di kasir dalam….. ooooo.. pantes aja negara kita semakin terpuruk…. wong rakyat kecil tidak pernah di perhatikan… hobinya menyiksa

  52.   riska r said:

    biarpun saya bukan pekerja pom tp saya mengharap banget kepada pertamina untuk memperhatikan kesehatan mereka.lagi pula keramahan seseorang bukannya dari senyum aja tp jg dari cara mereka menyambut.jadi ga da salahnya kalau mereka pakai masker saat duty.saya mengucapkan banyak terima kasih sebelumnya

  53.   dhoni said:

    prihatin juga bro.. but moga aja mereka diberi kekuatan dan kesehatan tuk tetap dapat menjalankan tugasnya.. and moga pemilik SPBU punya hati tuk memikirkan mereka… okay that’s all.. doni pamitt…

  54.   hans said:

    Alhamdulillah masih ada yg perduli dengan petugas POM,:) betul mas buat apa senyuman kalau senyuman mereka membuat mereka jadi sakit dan menderita. Cukup dengan merunduk sedikit sudah menunjukkan hal yg sopan seperti di negeri sakura

  55.   penyuuuuuuuu said:

    Mmm Keren! Emang pantes banget masuk blog pilihan. Jadi gak sabar baca postingan berikutnya… Ditunggu, lho!

  56.   Irwan Ariston Napitupulu said:

    Terima kasih untuk bloger blagbleg yang telah membantu menyebarkan tulisan saya tersebut di detikblog ini.

    Tulisan saya ini tampaknya sudah menyebar ke banyak blog dan milis. Harapannya tentunya agar ada perhatian dari otoritas terkait mengenai kesehatan petugas pom bensin (SPBU). Tidak ada niatan awal saya mendiskreditkan Pertamina atau pihak lainnya karena bagi saya bukan itu solusi akhir yang diharapkan.

    Yakinlah, jauh lebih bermanfaat bila kita bekerjasama dengan otoritas terkait dalam hal ini Pertamina, dengan cara memberikan masukan2 positip ke mereka. Karena, mungkin saja pihak Pertamina belum menyadari karena tidak mendapatkan masukan dari lapangan.

    Yang dibutuhkan oleh petugas pom bensin tersebut adalah perlindungan kesehatan mereka. Mengenai alternatif solusi dengan pemakaian masker, sifatnya hanya mengurangi saja kadar terhirupnya. Kalau pun mau tetap senyum, bisa saja dengan sistem buka tutup. Waktu menyapa, dibuka sebentar, dan kemudian waktu mengisi dipakai kembali. Ada juga yang menyarankan untuk diberikan minum susu karena susu dikenal sebagai penetralisir racun dalam tubuh. Ini pun tampaknya belum menuntaskan masalah walau bisa mengurangi.

    Di milis forum pembaca kompas, ada yang menyampaikan bahwa ternyata hydrocarbon (uap bensin) tersebut bisa menyebabkan kanker. Berikut ini kutipan tulisan Puput di milis forum pembaca kompas yg menurut saya sangat informatif paparannya dan solusi alternatif pemecahan dari beliau tampaknya paling pas:

    Bung Irwan,

    Pekerja SPBU tidak saja mengalami penderitaan instan akibat terpapar hydrocarbon (uap bensin) seperti pusing, dada sesak, iritasi mata, atau batuk-batuk karena iritasi pada saluran pernafasan, … tetapi mereka juga dalam proses “slowly killing” di mana kala saatnya tiba diprediksi (secara medis) mereka akan menderita kanker. Bukan menakut-takuti tetapi itu setidaknya kata pakar public health bahwa siapa pun yang terpapar hydrocarbon secara terus menerus baik dalam bentuk benzene maupu aromatic maka dia berpotensi menderita kanker.

    Sebagaimana pernah diulas Kompas pada tanggal 4 April 2008, penelitian paparan hydrocarbon di Jakarta (2006) dengan mengambil sample urine Pekerja SPBU, Pedagang Asongan dan Polisi Lalu Lintas menunjukkan rata-rata konsentrasi asam mukonat (biomarker atas terjadinya paparan benzene) adalah 2193,3 mg/g kreatinin atau lebih dari 4 kali lipat dari nilai referensi yang diperkenankan (500 mg/g kreatinin). Demikian halnya rata-rata konsentrasi hydroksipirena (biomarker atas terjadinya paparan PAH) mencapai 8,62 mg/g kreatinin atau hampir 30 kali lipat dari nilai referensi yang diperbolehkan (0,3mg/g kreatinin). Itu artinya mereka dalam ancaman kanker.

    Namun sayangnya paparan hydrocarbon tidak dapat ditangkal dengan masker karena ujudnya sebagai gas => VOC (Volatile Organic Compound). Satu-satunya cara menghindari paparan hydrocarbon adalah memperbaiki fuel handling atau memperbaiki penanganan proses pengisian bahan bakar. Seperti yang dilakukan di negara lain, langkah utama dalam fuel handling ini adalah dengan menggunakan karet penyekat pada moncong selang dispenser (nozzle dispenser) yang didesign agar uap hydrocarbon tertahan dan tidak melayang ke udara terbuka saat petugas SPBU melakukan proses pengisian BBM ke kendaraan bermotor. Nah … celakanya, seluruh SPBU di Indonesia (sepengetahuan saya) tidak mengindahkan ini dan bahkan keadaan ini DIBIARKAN oleh MIGAS dan Pertamina.”

    Membaca pemaparan Puput di atas, saya jadi menyadari mengapa polisi kita di jalan raya Jakarta sudah memakai masker. Rupanya sudah ada penelitian atas hal tersebut.

    Mengenai Pertamina, pihak Pertamina sudah merespon email saya dengan sangat simpatik. Mereka mengatakan akan menindaklanjuti tulisan saya tersebut dengan melakukan penelitian lebih lanjut.

    Kita harapkan akan segera ada hasil positipnya. Karena hasil akhir ini memang ini yang lebih diharapkan.

    Terus terang saya sangat kagum dengan kecanggihan dunia internet. Saya pribadi sangat tidak menyangka respon yang begitu positip dan sangat cepat sehingga informasi begitu cepat menyebar.

    Pagi ini saya sempatkan berkomentar dengan menulis di facebook saya setelah membaca kalau tulisan tersebut sampai juga termuat di blogdetik. Berikut komentar saya di facebook:

    Kaget, tulisan “Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin” telah menyebar ke banyak milis dan blog, termasuk blogdetik. Iklan pertamina tadi malam juga berubah.

    Saya tidak menyangka kalau informasi via internet ternyata punya kecepatan yang luar biasa. Akhirnya bisa senang karena sekarang mulai banyak yang tahu dan perhatian soal kesehatan petugas pom bensin termasuk bahayanya uap bensin bagi kesehatan yang ternyata dari informasi netters, berdasarkan peneilitian ilmiah bisa menyebabkan kanker.

    Pihak Pertamina juga sudah mengirim email ke saya dengan mengatakan akan melakukan penelitian. Saya berharap semoga ada perubahan baik.

    Potensi dunia internet ternyata bisa juga dimanfaatkan pula untuk aktivitas kepedulian sosial. Semoga makin banyak lagi para netters yang mulai memperhatikan hal2 kecil sehari2 yang mungkin terlewatkan dan perlu mendapatkan perhatian kita.

    Mari bantu orang kecil dengan berbagai cara yang kita bisa dan mampu lakukan. Kebersamaan adalah sesuatu yang sangat indah. Kalau iklan kartu kredit bilangnya, “Priceless” :)

    Demikianlah tambahan dari saya. Sekali lagi tak lupa saya ingin mengucapkan terima kasih untuk rekan bloger blagbleg yang turut membantu menyebarkan informasi soal ini.

    Semoga harapan kita bersama bisa segera terwujud, kesehatan petugas pom bensin bisa segera mendapatkan perhatian.

    jabat erat,
    Irwan Ariston Napitupulu

    >>>>
    wah, akhirnya ketemu juga dengan penulis aslinya. kemarins aya dapat tulisan ini dari milis, tapi ga ada nama penulisnya disana, jadi ya udah, saya sebut sumbernya milis saya dapet aja :D
    saya akan update postingannya dengan menyebut penulis aslinya: bung Irwan Ariston Napitupulu

    horas lae :)

  57.   Narnia said:

    kasihan ya. Gimana kalo di Indonesia, isi bensin sendiri2 aja ?? kayak dinegara laen ? Mungkinkah ?? ……..kayaknya ngak yaa ? Ha ha ha ha…..ha ha ha nanti kali ya pas generasi kita yang ke sekiaaaan…..

  58.   darus ajja said:

    setelah saya baca tulisan ini,saya setuju bahwasanya peugas pom harus pake masker,ini semua demi masa depan merak juga,kan mereka juga menanggung beban pada keluarga,jika mereka sakit kan kasihan keluarga mereka,mka pertamina hendaklah juga mamperhatikan kesehatan mereka,yaitu dengan memberikan masker.

  59.   imeldatenyala said:

    setuju…ramah sih ramah…service sih service…tapi humanity tetap number one priority…bikin petisi lewat milis yuuukkk-

  60.   ghenia said:

    thanks infonya…saya foward ya

  61.   » Di balik senyum petugas pom bensin Pandu Pradana Friendster Blog said:

    [...] (disadur dari http://blagbleg.blogdetik.com/2008/10/31/dibalik-senyum-petugas-pom-bensin/) [...]

  62.   must goes said:

    HALLO DEPNAKER …………
    BELAIN DONG TUH KARYAWAN/WATI POM BENSIN DG PROGRAM K-3 PRODUK ANDA, JANGAN HANYA SPANDUK K-3 NYA AJA YG DITEMPEL SANA-SINI….! MASUKAN & TAMBAHKAN PASAL INI KE BUKU “PERATURAN PERUSAHAAN” DAN SOSIALISASIKAN ATAU BAGIKAN LANGSUNG KE PETUGAS2NYA, JANGAN PERCAYAKAN KE MANAJEMENNYA GAK BAKALAN NYAMPE…..!!!

  63.   Deddy said:

    Pake masker gambar bibir lagi senyum manis. atau, filter kecil di dalam lubang idung, atau, masker transparan.

  64.   adi said:

    wah mas saya setuju sekali dgn mas…..
    kita sebagai konsumen yg selalu mengisi bensin harus menghawatirkan juga kondisi mereka…..
    ya seenggajanya kita ikut peduli dan sedikit menundukan kepala untuk lihat kebawah…..
    ayo untuk pertamina tolong dipikirkan….
    pasti pas tapi belum pas tanpa kesehatan yg mendukung pekerja….

  65.   Agus Vidi said:

    Saya memimpikan bahwa POM Bensin seperti di Luar Negeri. Pembelinya ngisi sendiri. Trus bayar dengan jujur sesuai yang dia isi.
    Bukan hanya ngisi bensin saja, jual buah2an juga nggak ada yg nungguin. Kita timbang dan bayar sesuai yg diambil. Heran kok bisa ya…

    Tapi kayaknya di-Indonesia 2 abad lagi baru bisa terwujud, karena banyak kendala terutama masalah SDM dan disiplin masyarakat kita yg masih jongkok dan malu2in di mata Dunia Internasional.

    Jujur aja itu yang saya lihat dari bangsa ini …

    Kapan kita bisa bersikap untuk tidak “mempermalukan banga kita sendiri”.

    Indonesia musti melakukan perubahan jika mau diakui dimata dunia.

    Mari kita tanamkan kepada anak2 kita mengubah image Indonesia yg sudah jelek ini.

    Maaf ini sudah melenceng dari topik.

  66.   wise_man said:

    Kalo disuruh pake masker kemahalan bro.. ujung-ujungnya malah gaji petugas pom bensinnya sendiri yang dipotong untuk biaya masker. Biar murah.. sediain aja kapas atau cotton buds buat menyumbat lubang hidung petugas pom bensinnya..Murah Meriah..mereka tetap bisa bernafas dan Yang terpenting khan senyum tetep terlihat.. walaupun penampilan terlihat agak sedikit aneh..hehehehe…

  67.   tyo said:

    wah masnya peduli banget ya. Tapi saya juga dukung mas kasian kan mereka gajinya gak begitu besar tapi resikonya besar banget… But apa yang harus kita lakukan untuk membuat hati para pengusaha pom bensin terbuka ya…?

  68.   rachmat said:

    minta pendapat ahli dong (baca: dokter), sejauh mana pengaruhnya dan berapa lama sih mereka bisa bertahan, dan sebagainya dan sebagainya…

    kalo untuk masker, pake yang transparant atau yang ada gambar senyumnya aja, biar selalu tersenyum seperti di iklan…

  69.   mhadi said:

    Kalau menurut saya, Seharusnya kita sebagai konsumen yang harus senyum kepada mereka.

  70.   Megrf said:

    Mas, cuma mau ingatkan aja, seandainya mereka make masker ‘kan sangat sulit berbincang dgn pembeli ? mis :nanya beli berapa liter?

  71.   @said said:

    bapak ini maksudnya nyindir pembeli pada budi gitu…

  72.   Irfan said:

    setuju pake masker untuk pegawai pom-bensin!!!
    ingat mereka juga punya keluarga yang slalu berharap di rumah! Pertamina dimana rasa prikemanusiaan anda???

  73.   wkwkwwwk said:

    masker nya di gambarin aja bibir masi senyum

  74.   mhadi said:

    Setuju dengan Megrf, Selain sulit bicara juga sulit bernafas, karena sirkulasi udara pernafasan terhalang oleh masker. Akibatnya Udara/O2 yang terhirup sedikit dan Gas CO2 yang seharusnya di lepas ke udara malah tertahan di dalam masker dan terhisap kembali sehingga darah kurang oksigen dan tentunya badan mudah lemas.

    Kalau Masker untuk mencegah partikel Debu sih mungkin efektif tapi kalau Menyaring Gas (uap bensin) ini yang rada sulit.

    Menurut saya mungkin harus dipikirkan cara lain seperti penggunaan Blower besar untuk mengusir uap bensin.

  75.   djati said:

    kasian juga tuh ya…demi keuntungan perusahaan mereka yang menanggung resiko kesehatannya…perusahaan tempat mereka bekerja harus memberikan jaminan kesehatan yang tinggi pada mereka.

  76.   cesz said:

    saya pernah lihat beberapa petugas yang pakai masker, diantaranya di daerah Gresik (mau masuk tol bunder) dan pom bensin di depan lapindo :D. Bukan bau bensin aja bos, bau belerang juga.

  77.   ronald said:

    aku rsa yg salah g ada knp g kita yg ngecor sendiri kyq di negri orang yrus bayar di kasir khan masih senyum sedangkan kita khan g tiap ari beli bensin.

  78.   BeNe2 said:

    Pelindung kesehatan sangat perlu…
    teknisnya…senyum & penawaran dulu…
    baru saat pengisian bensin..masker digunakan..
    itu kan tinggal tarik-pasang aja kan……….

    toh belum tentu juga masker itu dipake dari mulai s/d akhir jam kerja kan…!? pasti ada buka tutupnya..yang penting dianjurkan lebih banyak tutupnya/pakenya selama jam kerja mereka

    dan yang paling penting petugas jangan diajak ngobrol…kasian ntar dia pusing…he…he

  79.   lia said:

    bener jg ya kasian para pekerja di pom bensin harus menghirup uap bensin yang tidak mengenakkan
    untuk itu harusnya pertamina mengijinkan mereka untuk memakai masker, itu semua kan demi keselamatan anak buahnya.

    Mudah2an Pemerintah mendengar&melihat keluhan2 masyarakat.

  80.   denmas said:

    Ngga bakalan Pertamina ngelengkapin petugasnya dengan MASKER karena Pertamina itu aneh, termasuk slogan “PASTI PAS” nya. Gw merasa aneh.. jangan2 dulunya meterannya ngga pernah pas!

  81.   loe na ma ya said:

    Setuju, denmas. “Pasti pas” mah uda kudu. Itu sama dgn slogan warteg, “Pasti kenyang”.. hehehe

  82.   zaenal aripin said:

    Memang kita melihat dari dua sisi, pertama kalau kita melihat para pekerja POM Bensin, kita sangat empaty kepada mereka karena mereka bekerja berhadapan langsung dengan risiko yang sangat tinggi dengan langsung menghirup racun dari baunya bensin; kedua kalau melihat perusahaan ingin memberikan pelayanan yang simpati dan prima dimata pelangannya dengan menerapkan standar layanan yaitu salah satunya dengan senyum., mungkin ada solusi yang saling menguntungkan bagi kedua belah fihak, solusinya mungkin di buatkan masker yang didesain dengan tampilan yang menarik dnegan tidak meninggalkan brand image perusahan juga merubah sedikit standar dengan salam., kalau perusaan merubah cara pengisian bensin dengan pelanggan langsung mengisi sendiri seperti yg dilakukan negara asing; akan ada dampak pengurangan tenaga kerja, ini akan sangat merugikan teman-teman kita pekerja di POM bensin tersebut. salam

  83.   ivan_balweel said:

    wah bener bgt tuh, em tp sampek sekarang ni Q belum nemuin bahan buat masker transparan yg bisa menyaring tu racun…

    slain itu ada yg udah nemuin kagak apa akibatnya jia menghirup bau bbm secara rutin9 di buktikan secara ilmiah?)

  84.   ims said:

    bang ini dah 2009 loh…klo ga salah dari artikel abang diatas yang katanya pertamina sudah merespon..tapi kok sampai hari ini saya masih menemukan semua petugas SPBU tidak memakai masker.

Leave a Reply